Kenapa Harus TV Digital?


Televisi merupakan media informasi terbesar kedua bagi masyarakat Indonesia setelah media sosial. Seiring berkembangnya zaman, keberadaan TV analog perlu digantikan dengan TV digital. Hal ini demi lancarnya keberlangsungan peredaran informasi, dan untuk memperkecil hambatan dalam mengakses informasi. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan ketika beralih ke TV digital. Berikut merupakan berbagai alasan adanya migrasi TV analog ke TV digital. 

Alasan Pergantian ke TV Digital

  1. Kualitas gambar dan suara pada televisi akan lebih bagus dan jernih.
  2. Lebih banyak program televisi berkualitas yang bisa dinikmati.
  3. siaran TV digital memiliki spektrum frekuensi radio yang lebih efisien dengan kemampuan menghemat spektrum frekuensi hingga 700 MHz. Di mana nantinya spektrum frekuensi yang sebelumnya digunakan pada TV analog akan dialihkan untuk jaringan komunikasi 4G dan 5G. Hal tersebut sangat membantu dalam program penyebaran serta peningkatan kualitas internet di Indonesia menjadi lebih baik. Selain itu, pemerintah juga telah mewajibkan adanya early warning system pada tiap alat bantu penerima sinyal digital yang berfungsi untuk memberikan peringatan dini jika terjadi bencana pada suatu wilayah.

TV analog dan TV digital memiliki beberapa perbedaan. Berikut adalah perbedaan TV analog dan TV digital. 

Perbedaan TV Analog dan TV Digital

Masyarakat perlu mengetahui perbedaan TV analog dan TV digital untuk lebih memahami lebih jauh alasan kebijakan ASO (Analog Switch Off). Siaran TV analog menggunakan sinyal analog di mana sinyal video ditransmisikan dalam AM dan sinyal audio ditransmisikan dalam FM. Sedangkan TV digital menggunakan sistem siaran digital yang sinyalnya ditangkap oleh antena digital. Selanjutnya sinyal digital tersebut akan ditransmisikan dalam bentuk bit data informasi.

Perbedaan berikutnya terletak pada kemampuan menghasilkan tayangan beresolusi tinggi. Jika TV analog memerlukan jarak cukup dekat dengan menara pemancar untuk mendapatkan kualitas tayangan yang jernih, maka hal ini tidak berlaku pada TV digital. TV digital juga telah mendukung tampilan dengan rasio 16:9 sehingga bilah hitam yang berada di tepi layar akan lebih kecil.

Perbedaan paling penting yang dapat dirasakan pengguna TV digital adalah tidak adanya lagi noise atau bintik-bintik seperti semut sehingga tayangan gambar maupun suara akan lebih bagus dan jernih. Selain itu, TV digital juga berbeda dengan layanan video on demand yang membutuhkan akses internet. Siaran TV digital memiliki sistem free to air di mana bisa dinikmati secara gratis.


Pergantian TV analog ke TV digital diwajibkan untuk menghindari berbagai gangguan yang tadi sudah disebutkan di atas. Sebagai alternatif dari mengganti TV analog ke TV digital, masyarakat dapat menggunakan alat Set Top Box (STB). Alat ini dapat mengubah sinyal digital ke analog. Dengan alat ini, masyarakat tidak perlu mengganti TV nya ke TV digital, atau membeli TV baru. Alat ini memerlukan antena digital untuk menangkap sinyal digital yang akan diubah ke sinyal analog. Untuk keberlangsungan program ini, Kominfo membantu masyarakat yang kurang mampu dengan memberikan STB gratis. Informasi STB lebih lanjut dapat diakses melalui tautan di bawah ini.

Cari tahu lebih lanjut tentang Set Top Box pada tautan berikut : Apa Itu Set Top Box?

Comments